Wednesday 24 June 2015

WASIAT BERTAQWA KEPADA ALLAH



Wahai anakku, sesungguhnya Rabbmu mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu, semua yang di ucapkan oleh lisanmu dan melihat seluruh perbuatanmu. Karena itu bertaqwalah pada Allah Yang Maha Agung.

Wahai anakku, hindarilah olehmu jangan sampai Allah tidak ridla dengan perbuatanmu. Hidarilah olehmu jangan sampai Rabbmu yg telah menciptakanmu, memberimu rezki dan akal yang sehat sehingga engkau dapat mengamalkannya dalam hidup dan kehidupan itu murka kepadamu. Bagaimanakah perasaanmu bila engkau berbuat sesuatu yang dilarang oleh orang tuamu, sedangkan orang tuamu melihat pebuatan itu? Tidakkah engkau takut keduanya memarahimu? hendaklah perbuatanmu terhadap Allah pun demikian. karena Allah selalu memperhatikan segala perbuatanmu, walau engkau tidak melihat-Nya. Jangan sekal-ikali engkau mengingkari perintah Allah dan jangan engkau melakukan sesuatu yang dilarang-Nya.

Wahai anakku, sesungguhnya ancaman dan siksa Rabbnu sangat keras dan berat. Karena itu takutlah engkau anakku, takutlah pada murka rabbmu jangan sampai sifat “Halim” (kebijakan) Allah membujuk dirimu. “Sesungguhnya Allah menangguhkan siksanya pada orang yang zalim sampai dengan Allah menyiksanya, sehingga dia tidak dapat lepas dari adzab yang pedih.” (Hadis ini “Syarif” diriwatkan oleh Bhukhari, Muslim, Tirmizi, dan Ibnu Majah dari Abi Musa Al-Asy’ari dari Nabi saw.).

Wahai anakku, sesungguhnya dalam taat pada Allah itu terdapat kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak dapat di dicapai, kecuali dengan berulangkali menghadapi cobaan. Karena itu anakku, taatlah kepada Rabbu dengan sikap tabah menghadapi cobaan, agar engkau mendapat kenikmatan dalam beribadah dan kebahagiaan dalam taqwa pada Allah, sehingga engkau dapat mengetahui dan merasakan keiklasanku dalam menasehatimu.

Wahai anaku, sungguh pada mulanya akan kau dapati perasaan berat untuk taat pada Allah. Tabah dan sabarlah menghadapi hal itu, sehingga ketaatanmu pada Allah mejadi suatu kebiasaan yang engkau lakukan dengan penuh kesadaran.

Wahai anakku, mawas dirilah ketika engkau berada dibangku sekolah kala engkau belajar, membaca dan menulis. Dianjurkan padamu agar menghafal Al Qur’anul Karim. Apakah engkau tidak merasa malu di sekolah dan dihadapan gurumu bila engkau tidak mematuhi tata tertib, padahal dirimu dituntut untuk itu. Karena itu ingat lah! Pada hari ini engkau telah mengetahui keutamaan dalam menuntut ilmu dan engkau telah tahu bahwa gurumu adalah orang yang selalu berusaha bagi kemaslahatan (kebaikan) dirimu.

Wahai anakku, dengar dan perhatikan nasihatku, sabarlah dalam taat kepada Allah, seperti kesabaranmu dalam belajar disekolah. Suatu saat engkau akan mengetahui faedah nasihat ini dan akan jelas suatu kau rasakan bila dirimu mendapat pertolongan Allah untuk melaksanakan nasihat-nasihat gurumu.

Wahai anakku, janganlah kau mengira bahwa bertakwa kepada Allah cukup dengan sholat, shaum (dibulan Ramadhan) dan ibadah-ibadah sejenisnya saja. Sesungguhnya taqwa pada Allah itu mencakup segala hal. Sebab itu bertaqwalah kepada Allah dalam beribadah pada Robbmu, jangan sekali-kali engkau mengingkari dalam bergaul dengsn teman-temanmu, jangan sampai menyakiti hati mereka. Bertaqwalah pada Allah dalam menegakkan Dien-mu, jangan sekali-kali engkau khianati ketentuan Allah dan pertahankanlah jangan samai Dien-mu dikuwasai musuh. Bertakwalah pada Allah, jangan menunda-nunda ibadah dikala sehatmu dan jangan hiasi dirimu kecuali Ahlaqul Karimah (akhlaq yang mulia).

Wahai anakku, Rasullah saw. telah bersabda: “Bertaqwalah pada Allah dimana saja engkau berada, ikutilah segera perbuatan jelek (maksiat) dengan perbuatan baik (ibadah), maka ibadah itu akanmenghapus dosa dari maksiat. Dan berakhlaq baiklah dihadapan umat manusia.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim dari Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal).

Tuesday 12 May 2015

Syair Petuah Untuk Para Suami

Syair Petuah Untuk Para Suami

Sungguh elok titah ilahi
Angkat derajat para suami
Sebagai pemimpin para istri
Menuju bahagia yang hakiki
Untukmu kutulis petuah berharga
Jaga istrimu dari neraka
Titahkan berhijab dengan sempurna
Sholat fardu tak boleh lupa
Betapa celaka lelaki “dayyuts”
Biarkan wanita tiada berbungkus
Jadi pandangan lelaki rakus
Menghumbar birahi tiada putus
Hak-hak istrimu mohon tunaikan
Memberi nafkah jangan lalaikan
Rumah nan teduh coba wujudkan
Kain dan baju harap belikan
Berlemah lembut jadikan perangai
Rumah tanggamu niscaya kan damai
Aib istri segera tutupi
Salah dan khilaf mengapa tak ampuni
Baju kotormu dicuci dilipat
Anak-anakmu diasuh dirawat
Bekerja seharian hingga penat
Semua demi jaga amanat
Tidur malamnya sungguhlah sedikit
Menjaga sikecil menangis menjerit
Harta bendamu dijaga di irit
Agar dirimu tak jatuh pailit
Mengapa hatinya tega kau sakiti
Dengan lidahmu yang tajam bak belati
Bukankah salahnya hanya satu dua kali
Kau lupakan seluruh jasanya mengabdi
Setelah harta bendamu berlipat
Jabatan pun telah naik pangkat
“Daun muda”mulai memikat
Istri setiamu mulai didamprat
Habis manis sepah dibuang
Pendamping hidupmu mulai meriang
Janji “adilmu” tercampak dikeranjang
Anak istri rindu kemana kau menghilang
Sadarlah wahai suami budiman
Sungguh dahsyat siksaan Tuhan
Bagi lelaki tidak keruan
Lalai tugas amanah sia-siakan
Istri dicipta bukan tuk dipukul
Bekerja dipaksa uang dikumpul
Engkau berleha-leha tersenyum simpul
Mengapa akalmu menjadi tumpul
Inilah petuah yang kugubah
Pesan hidup agar bertuah
Ingatkan suami supaya berubah
Semoga mendung menjadi cerah.