- Bila hari “Ahad” hitungannya bertemu “lima”, utara tempatnya , rupanya kelabu dan Nabinya Nuh
- Bila hari “ Senin” hitungannya bertemu “empat” penghidupannya selatan, rupanya kuning, Nabinya Musa
- Bila hari “Selasa” hitungannya bertemu “tiga” penghidupannya selatan barat, rupanya merah kuning, Nabinya Isa
- Bila hari “Rabu” hitungannya bertemu “tujuh” penghidupannya selatan timur, rupanya hitam putih, Nabinya Ibrahim
- Bila hari “Kamis” hitungannya bertemu “delapan” penghidupannya di timur persis, rupanya merah, Dewi Fatimah
- Bila hari “Jum’at” hitungannya bertemu “enam” penghidupannya di barat persis, rupanya hitam, Nabinya Muhammad
- Bila hari “Sabtu” hitungannya bertemu “Sembilan” penghidupannya utara barat, rupanya putih, Nabinya Yusuf
ISLAM AGAMAKU, ALLAH TUHANKU, MUHAMMAD NABIKU. WIJAYA MATRI WIRA, WICAK SANENG NAYA. (CERDAS MENGGUNAKAN PIKIRAN, BERANI MEMBELA YANG BENAR). DK.SIPIK - RT.01/RW.02 - DS.KALANGSONO - KEC.BANYUPUTIH - KAB.BATANG - JAWA TENGAH - INDONESIA. HP.0858 8287 0180 (KAMI MELAYANI KONSULTASI SEPUTAR SEPIRITUAL DAN KEHIDUPAN).
Monday, 15 September 2014
Mengetahui Jalannya Hitungan Hari Mingguan (Adat Jawa)
Neptu Hari (Adat Jawa)
Minggu Pon : 12
Senin Pon : 11
Selasa Pon : 10
Rabu Pon : 14
Kamis Pon : 15
Jum’at Pon : 13
Sabtu Pon : 16
Minggu Kliwon : 13
Senin Kliwon : 12
Selasa Kliwon : 11
Rabu Kliwon : 15
Kamis Kliwon : 16
Jum’at Kliwon : 14
Sabtu Kliwon : 17
Minggu Pahing : 14
Senin Pahing : 13
Selasa Pahing : 12
Rabu Pahing : 16
Kamis Pahing : 17
Jum’at Pahing : 15
Sabtu Pahing : 18
Minggu Wage : 9
Senin Wage : 8
Selasa Wage : 7
Kamis Wage : 12
Jum’at Wage : 10
Sabtu Wage : 13
Minggu Legi : 10
Senin Legi : 9
Selasa Legi : 8
Rabu Legi : 12
Kamis Legi : 13
Jum’at Legi : 11
Sabtu Legi : 14
Senin Pon : 11
Selasa Pon : 10
Rabu Pon : 14
Kamis Pon : 15
Jum’at Pon : 13
Sabtu Pon : 16
Minggu Kliwon : 13
Senin Kliwon : 12
Selasa Kliwon : 11
Rabu Kliwon : 15
Kamis Kliwon : 16
Jum’at Kliwon : 14
Sabtu Kliwon : 17
Minggu Pahing : 14
Senin Pahing : 13
Selasa Pahing : 12
Rabu Pahing : 16
Kamis Pahing : 17
Jum’at Pahing : 15
Sabtu Pahing : 18
Minggu Wage : 9
Senin Wage : 8
Selasa Wage : 7
Kamis Wage : 12
Jum’at Wage : 10
Sabtu Wage : 13
Minggu Legi : 10
Senin Legi : 9
Selasa Legi : 8
Rabu Legi : 12
Kamis Legi : 13
Jum’at Legi : 11
Sabtu Legi : 14
Jenis-jenis Daya yang di miliki Manusia
Di bagi dalam 4 jenis daya yang berada dalam diri manusia , yakni :
Daya dari pusat atau latifah atau ingsun yakni syaraf rasa yang berada dalam kulit daging dan bersentral pada titik tertentu yakni antara 2 alis mata, pusat dada, bawah pusar dan pada telapak tangan
Daya dari sedulur papat yaitu kakang kawah adhi ari-ari, darah ibu dan puser (potongan tali pusat )
Daya dari sedulur pancer (bayang-bayang manusia ) atau kumayan
Daya batin manusia ( cipta, rasa dan karsa)
Daya dari pusat inti latifah ada pada 7 tempat yakni :
Adhara terletak di atas dubur
Adhisthara terletak diantara kemaluan dan pusar
Manipura terletak pada pusar
Anchara terletak pada dada (hati)
Wisudhi terletak pada tenggorokan
Ayana terletak diantara 2 alis mata
Sahasraya terletak pada ubun-ubun (puncak otak)
Ketujuh puncak daya itu di sebut padma atau cakra (putaran) dan semuanya menyatu dalam putaran yang terus menerus melalui 3 pusat syaraf (nadi). Urat syaraf pokok berada pada jalur tulang belakang, dimulai dari bawah naik ke atas menembus pusat-pusat mitis tadi dan berakhir diantara alis. Dua urat syaraf yang lebih kecil melingkar seperti lingkaran ular , dari kiri ke kanan dan yang lain dari kanan ke kiri . Keduanya melingkar naik ke atas menuju tempat diantara kedua alis dengan melingkari tiap pusat mitis tanpa menembusnya sampai keduanya bertemu di tempat diantara kedua alis , lalu berpisah lagi, yang satu dari sisi kiri memasuki lubang hidung kiri sedangkan yang lain dari sisi kanan memasuki lubang hidung kanan. Menurut kepercayaan sedulur papat itu setiap 35 hari sekali di berikan makanan berupa jenang merah putih, jajanan pasar, dan sesuai weton kelahiran dan sebelumnya di dahului dengan mengurangi tidur dan berpuasa.
Memahami Hakikat Warna Cahaya Hidup
- Cahaya Putih : warna inti pertama yang menyimbolkan manifestasi air, dan memiliki sifat, watak dan kemampuan serat symbol nafsi muthmainah atau spiritual religius, jujur, menerima apa adanya dan kemampuan air ini adalah melarutkan, menghancurkan, daya tairk, angkat, sejuk, menyegarkan, dll. Dan orang yang memiliki daya ini dapat menolong orang lain sesuai dengan sifat air tersebut ( seperti air di belah). Dan untuk memperoleh daya air ini manusia harus memiliki itikad baik yang kemauan mutlak dengan berbagai cara, seperti berendam dalam air jernih yang mengalir selama beberapa periode agar terserap daya air ini ke dalam seluruh jaringan tubuhnya, dan dilakukan secara teratur. Dan pada manusia secara alami sebetulnya sudah tertanam daya ini mulai dari air ketuban yang melingkupi bayi sejak dalam kandungan, air embun khususnya yang berada di ujung ilalang pada siang hari dan tertiup angina dan hanya ada pada masa kemarau, air dalam buah kelapa yang masih muda yang biasanya hanya ada setetes saja , uap air yang terdapat di tutup panci sewaktu merebus air, atau yang paling mudah adalah endapan air laut yaitu garam dilarutkan kembali dengan air yang telah direbus.
- Cahaya Merah : merupakan warna inti kedua yang menyimbolkan manifestasi api, dan mendasari watak, kemampuan serta symbol nafsi amarah, memiliki watak, hidup dinamis, awas, teliti, semangat, ambisi, emosi, pemberontak, iri, dengki, culas, pembohong. Cipta dari daya hidupnya adalah merupakan luapan dari energi yang bergerak bersifat prabawa, mengembangkan, memekarkan dan juga memiliki daya menghancurkan, membasmi, meledakkan, membakar dan biasanya orang yang menguasai energi api ini disebut menguasai biotermis dan daya inilah yang memproses pertukaran zat dalam tubuh sehingga melangsungkan kehidupan dan memperpanjang kehidupan, tetapi juga bisa mengahanguskan, dan menghancurka kehidupan yang lain. Daya energi ini dapat di diserap tubuh pada saat pagi hari ( sejak matahari terbit – 10.00) , daya ini bersifat bioelektronis dan akan membentuk daya biotermis dan biomagnetis. Dengan memusatkan nalar budi, cipta dan batin di sertai nafas teratur dan kontinyu akan sangat bermanfaat bagi kesehatan .
- Cahaya Kuning : merupakan warna inti ketiga, yang merupakan manifestasi dari angin dan mendasari sifat, watak dan kemampuan serta symbol dari sufiah dan memiliki watak seni budaya , sopan santun, kasih saying, cantik, rapi, toleransi, manusiawi, semu, palsu, gensi, cabul, boros, konsumtif, daya geraknya sperti angin menghidupi, menumbuhkan, menyatu, membaur, menyusup dan daya penyangga mendorong, membongkar, daya angkat, menembus jaringan, dan orang yang menguasai daya ini biasanya di sebut menguasai daya multikomplek/serbaguna, karena dalam angin terkandung energi uap bumi, energi panas, maupun air dan juga sebagai tenaga penghantar tenaga-tenaga gaib seperti ether, listrik, suara, bau, magic. Cahaya kuning juga bisanya bisa sebagai symbol datangnya wahyu, pulung, keluhuran atau nilai unggul
- Cahaya Hitam : merupakan warna inti keempat, yang menyimbolkan manifestasi dari bumi atau tanah dan mendasari watak, sifat dan kemampuan serta symbol nafsi lawwammah yang bersifat produktif, materi, kreatif, inovatif, bisosiatif(mampu memperbaiki system kea rah lebih baik dan mampu mengarahkan potensi lingkungan dengan baik untuk direalisasikan dengan ketangguhan momentum kerja secara tepat ), tega, egois, sadis, jahat, daya cipta suara hatinya menumbuhkan, langgeng serta daya penyangga menghisap, segala sesuatu melebur atau menetralkan tapi juga mematikan. Secara lahiriah sebenarnya tidak tampak tapi sesungguhnya sangat dominant di banding tiga warna lainnya karena merupakan manifestasi pancaran anasir bumi yang ada dalam diri manusia. Dan daya ini diserap tubuh dengan sangat sederhana ; 1. berdiri tegak lurus, 2. rileks, 3. tata nafas diperhalus, perlahan dan teratur, 4. membayangkan wajah sendiri (konsentrasi), 5. menyebut nama Allah memohon anugerah daya inti bumi.
- Cahaya Gemerlapan : sinar zamrud merupakan cahaya gabungan (hasil induksi dari cahaya inti yang saling berdempetan sehingga membentuk warna baru sebagai cahaya pamor(campuran). Merah kuning menjadi hijau, hitam putih jadi abu-abu, dst. Walaupun menjadi gabungan namun tetap tergolong sebagai cahaya dominant yang ada dalam alam semesta ini, karena ini merupakan cahaya hidup yang berpengaruh dan berada dalam tubuh manusia , sedangkan sifat dan watak dan kemampuan yang menonjol dari cahaya-cahaya tersebut adalah sebagai berikut :
- Cahaya Hijau : merupakan gabungan yang menyimbolkan manifestasi dari anasir tumbuhan, yang mendasari watak atau sifat dan kemampuan; religius, damai, tentram, tenang,dan memiliki daya getar kemampuan menghidupi, berkembang, mengayomi dan daya penyangga menghisap, menyerap segala sesuatu dan menetralkan
- Cahaya Biru : merupakan cahaya gabungan yang menyimbolkan manifestasi anasir langit dan mendasari sifat, watak dan kemampuan ; sembada(kuat, kukuh, patuh, layak), terampil, watak kepemimpinan, dan cipta suara hati luas pandangan hidupnya mengayomi, menentramkan, selalu berada di depam, dan daya penyangga merangkum segala sesuatu, menyatukan lembut tetapi kuat, tekad kuat.
- Cahaya ungu : merupakan cahaya gabungan yang menyimbolkan manifestasi dari anasir langit menjelang pagi antara pukul 03.00 – 05.00, dan mendasari watak, sifat dan kemampuan ; hamangku ( melindungi, menjaga) hamengkoni ( melingkupi merangkum dan menguatkan), prabawa, sugestif ( cepat tanggap, kuat pengaruh dan ginugu ( dipercaya dan dianut kata-katanya),. Cipta suara hatinya daya getar hidupnya memiliki kemampuan anasir langit pagi hari, yakni ; menyejukkan, perasaaan sesama, menentramkan segala hal, mantap langkah hidupnya dan daya penyangganya adalah membingungkan lawan, mendobrak menghancurkan dan mematikan
- Cahaya Abu- Abu : merupakan cahaya gabungan yang menyimbolkan manifestasi dari anasir mega/ awan, dan mendasari watak, sifat dan kemampuan ; mobah mosik (selalu bergerak gerik, berubah-ubah, tidak tetap pendirian, pintar beradaptasi, gampang bergaul, supel. Cipta suara hatinya menggelapkan suasana, menimbulkan saling curiga, mengadu domba dan memiliki daya penyangga memporak porandakan lawan, memanfaatkan tenaga lawan, mengecoh sasaran.
Ajaran Ki Ageng Selo
pepali-ku ajinen mbrekati
tur selamet sarta kuwarasan
pepali iku mangkene :
- awja agawe angkuh
- awja ladak lan ajwa jail
- awja ati serakah
- awja celimut
- awja mburu aleman
- awja ladak, wong ladak pan gelis mati
- lan ajwa laku ngiwa
ajaranku hargai agar memberkahi
lagipun selamat, sehat
ajaran itu demikian :
- jangan berbuat angkuh
- jangan bengis dan jangan jahil
- jangan tamak hatimu
- jangan pun panjang tangan (suka mencuri)
- jangan memburu pujian
- jangan angkuh, yang angkuh cepat mati
- jangan hendak bersikap negatif/buruk
Sedulur Papat Antara Keyakinan Jawa dan Islam
Sedulur Papat Antara Keyakinan Jawa dan Islam
Keberadaan kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Semenjak pertama kali kita diturunkan ke alam dunia lewat rahim ibu, Allah sudah menitahkan adanya penjaga-penjaga yang senantiasa mendampingi kita hidup di alam dunia. Dan sesuai dengan perintah Allah, para penjaga-penjaga itu dengan setia senantiasa berada di sekeliling kita.
Bagi orang Jawa, khususnya orang yang memahami tentang Ilmu Jawa kuno, adanya para penjaga tersebut dikenal dengan sebutan “Sedulur Papat”. Siapa saja Sedulur Papat itu? Sedulur papat yang dikenal masyarakat yang memahami Ilmu Jawa kuno adalah:
1. Kakang Kawah (Air Ketuban)
2. Adhi Ari-Ari (Ari-ari)
3. Getih (Darah)
4. Puser (Pusar)
Kakang Kawah
Yang disebut dengan Kakang Kawah adalah air ketuban yang menghantarkan kita lahir ke alam dunia ini dari rahim ibu. Seperti kita ketahui, sebelum bayi lahir, air ketuban akan keluar terlebih dahulu guna membuka jalan untuk lahirnya si jabang bayi ke dunia ini. Lantaran air ketuban (kawah) keluar terlebih dulu, maka masyarakat Jawa menyebutnya Kakak/Kakang (saudara lebih tua) yang hingga kini dikenal dengan istilah Kakang Kawah.
Adhi Ari-Ari
Sedangkan yang disebut dengan adhi ari-ari adalah ari-ari jabang bayi itu sendiri. Urutan kelahiran jabang bayi adalah, air ketuban terlebih dulu, setelah itu jabang bayi yang keluar dan dilanjutkan dengan ari-ari. Karena ari-ari tersebut muncul setelah jabang bayi lahir, maka masyarakat Jawa biasanya mengenal dengan sebutan Adhi/adik Ari-ari.
Getih
Getih memiliki arti darah. Dalam rahim ibu selain si jabang bayi dilindungi oleh air ketuban, ia juga dilindungi oleh darah. Dan darah tersebut juga mengalir dalam sekujur tubuh si jabang bayi yang akhirnya besar dan berwujud seperti kita ini.
Puser
Istilah Puser adalah sebutan untuk tali pusar yang menghubungkan antara seorang ibu dengan anak yang ada dalam rahimnya. Dengan adanya tali pusar tersebut, apa yang dimakan oleh sang ibu, maka anaknya pun juga ikut menikmati makanan tersebut dan disimpan di Ari-Ari. Disamping itu, pusar juga digunakan oleh si jabang bayi untuk bernapas. Oleh karena itu, hubungan antara ibu dengan anaknya pasti lebih erat lantaran terjadinya kerjasama yang rapi untuk meneruskan keturunan. Semuanya itu atas kehendak dari Allah Yang Maha Kuasa.
Ketika seorang jabang bayi lahir ke dunia dari rahim ibu, maka semua unsur-unsur itu keluar dari tubuh si ibu. Unsur-unsur itulah yang oleh Allah ditakdirkan untuk menjaga setiap manusia yang ada di muka bumi ini. Maka bila masyarakat Jawa hingga kini mengenal adanya doa yang menyebut saudara yang tak tampak mata itu secara lengkap yaitu
“KAKANG KAWAH, ADHI ARI-ARI, GETIH, PUSER, KALIMO PANCER”.
Pancer
Lalu siapakah yang disebut dengan istilah Pancer? Yang disebut dengan istilah Pancer itu adalah si jabang bayi itu sendiri. Artinya, sebagai jabang bayi yang berwujud manusia, maka dialah pancer dari semua ‘saudara-saudara’nya yang tak tampak itu.
Kesamaan Dengan Islam
Antara ajaran Jawa kuno dengan Islam ada kesamaannya. Dalam Islam disebutkan bahwa setiap manusia dijaga oleh malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah. Siapa saja malaikat-malaikat itu? Malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk setiap manusia itu antara lain, Jibril, Mikail, Izroil dan Isrofil.
Nah, kesamaan antara ajaran Jawa kuno dan Islam tersebut yakni Kakang Kawah yang disebutkan sebagai pembuka jalan si jabang bayi, itu di Islam dianggap sama dengan Jibril (Penyampai Wahyu). Malaikat Jibril lah yang membuka jalan bagi keselamatan sang bayi hingga lahir ke dunia.
Sedangkan Adhi Ari-ari yang disebut-sebut di dalam ajaran Jawa kuno, di dalam Islam dianggap sama dengan Mikail (Pembagi Rezeki). Karena lewat Ari-Ari itulah si jabang bayi dapat hidup dengan sari-sari makanan yang didapatkan dari seorang ibu.
Sementara Getih (darah) , bagi orang Jawa kuno, pada pemahaman orang Islam dianggap sama dengan keberadaan malaikat Izroil (pencabut nyawa). Buktinya, jika tidak ada darahnya, apakah manusia bisa hidup?
Yang terakhir adalah Puser. Dalam pemahaman masyarakat Jawa kuno, Puser adalah sambungan tali udara (napas) antara sang ibu dengan anaknya. Nah, pada pemahaman Islam, Puser ini dianggap sama dengan Isrofil (Peniup Sangkakala). Meniup sangkakala menjelang kiamat Qubro (kiamat Besar) adalah dengan napas.
Oleh karena itu, kita wajib mengenali siapa penjaga-penjaga tak nampak yang sudah diperintahkan Allah untuk senantiasa mendampingi kita. Dengan kita mengenali keberadaan mereka, akhirnya mereka nantinya bisa mawujud (berwujud). Dan yang perlu diingat lagi, jika kita sudah melihat wujud mereka, maka hendaknya kita senantiasa memuji atas kebesaran Allah yang Maha Agung. Karena atas titah Allah-lah kita semua bisa hidup berdampingan dengan penjaga-penjaga yang disebut dengan Sedulur Papat, Kalimo Pancer.
Menyembahnya hati dan cipta tiga perkara kepada Allah SWT (Menurut Mas Muhtanto)
1. ELING
Yang dimaksud eling, itu artinya: bakti kepada Allah yang Maha Tunggal (Esa) dengan selalu mengingat-Nya. Ingatlah kapanpun dan dimanapun. Dengan selalu mengingat Allah secara terus menerus bisa menuntun kita untuk selalu berbuat baik, yaitu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, yang nyata dan yang semu, dan yang kekal dengan yang sementara.
2. PRACAYA (Piyandel/Percaya/Keyakinan)
Walaupun beberapa golongan, ada yang meremehkan tentang bab keyakinan/percaya, namun sebenarnya itu jadi hal yang sangat penting, atau tali yang kuwat, yang bisa menggandeng antara rasakita dengan Allah. Bagaimana Allah akan menolong kita, kalau kita tidak punya keyakinan/kepercayaan kepada-Nya. Karena tidak ada tali penggandeng yang mendatangkan daya pertolongan itu. Maka dari itu apabila kita ingin mendapatkan pertolongan dari-Nya. Kita harus yakin/percaya kepada-Nya.
3. MITUHU
Yang dimaksud mituhu, yaitu mematuhi perintah Allah yang telah diturunkan kepada Rasulullah sebagai penuntun/panutan kita. Sesungguhnya kewajiban kita itu banyak, tapi ringkasannya cuma satu, yaitu: niyat melakukan perintah yang telah Allah berikan, karena semua berawal dari niat lalu akan muncul kemauan. walaupun kita kedatangan perkara apa saja, tidak boleh sekalipun lupa akan niat kita tadi, karena sejatinya tidak ada pakaryan utama yang datang kepada kita, yang bukan pakaryan dari Allah. Semua perbuatan baik dan mulia pada semua manusia. itu pakaryan Allah. Manusia memiliki takdir masing-masing lakukanlah sesuai kemampuan diri pribadi, dengan cara hati-hati dan teliti supaya sebisa mungkin pakaryan tadi terlaksana dengan sempurna. jangan kita berkeinginan cepat-cepat mengerjakan pakaryan besar, atau mengharap datangnya pakaryan besar, karena pakaryan besar itu jarang datangnya, yang sering kita jumpai adalah pakaryan yang kecil-kicil. Kita jangan meremehkan dengan pakaryan kecil-kecil itu, sebab jika kita belum terbiasa mengerjakan pakaryan yang mudah, bagaimana cara kita akan bisa mengerjakan pakaryan yang sulit. maka dari itu apapun yang kita temui, lakukanlah dengan sungguh-sungguh disertai kesucian hati.
Kalau kita sungguh-sungguh MITUHU kepada tuntunan Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada perkara yang bisa menyimpangkan kita dari jalan keutamaan yang kita lakukan. Walaupun ada godaan dan rintangan apapun itu, seperti: kecintaan terhadap keduniawian. kita harus tetap berjalan di jalan keutamaan . kita harus melakukan apa yang Rasulullah telah ajarkan semua ajarannya itulah jalan keutamaan. maka dari itu jalan tadi harus menyatu dengan diri dan hati serta jiwa kita, jangan sampai ada celah sedikitpun.
Yang dimaksud eling, itu artinya: bakti kepada Allah yang Maha Tunggal (Esa) dengan selalu mengingat-Nya. Ingatlah kapanpun dan dimanapun. Dengan selalu mengingat Allah secara terus menerus bisa menuntun kita untuk selalu berbuat baik, yaitu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, yang nyata dan yang semu, dan yang kekal dengan yang sementara.
2. PRACAYA (Piyandel/Percaya/Keyakinan)
Walaupun beberapa golongan, ada yang meremehkan tentang bab keyakinan/percaya, namun sebenarnya itu jadi hal yang sangat penting, atau tali yang kuwat, yang bisa menggandeng antara rasakita dengan Allah. Bagaimana Allah akan menolong kita, kalau kita tidak punya keyakinan/kepercayaan kepada-Nya. Karena tidak ada tali penggandeng yang mendatangkan daya pertolongan itu. Maka dari itu apabila kita ingin mendapatkan pertolongan dari-Nya. Kita harus yakin/percaya kepada-Nya.
3. MITUHU
Yang dimaksud mituhu, yaitu mematuhi perintah Allah yang telah diturunkan kepada Rasulullah sebagai penuntun/panutan kita. Sesungguhnya kewajiban kita itu banyak, tapi ringkasannya cuma satu, yaitu: niyat melakukan perintah yang telah Allah berikan, karena semua berawal dari niat lalu akan muncul kemauan. walaupun kita kedatangan perkara apa saja, tidak boleh sekalipun lupa akan niat kita tadi, karena sejatinya tidak ada pakaryan utama yang datang kepada kita, yang bukan pakaryan dari Allah. Semua perbuatan baik dan mulia pada semua manusia. itu pakaryan Allah. Manusia memiliki takdir masing-masing lakukanlah sesuai kemampuan diri pribadi, dengan cara hati-hati dan teliti supaya sebisa mungkin pakaryan tadi terlaksana dengan sempurna. jangan kita berkeinginan cepat-cepat mengerjakan pakaryan besar, atau mengharap datangnya pakaryan besar, karena pakaryan besar itu jarang datangnya, yang sering kita jumpai adalah pakaryan yang kecil-kicil. Kita jangan meremehkan dengan pakaryan kecil-kecil itu, sebab jika kita belum terbiasa mengerjakan pakaryan yang mudah, bagaimana cara kita akan bisa mengerjakan pakaryan yang sulit. maka dari itu apapun yang kita temui, lakukanlah dengan sungguh-sungguh disertai kesucian hati.
Kalau kita sungguh-sungguh MITUHU kepada tuntunan Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada perkara yang bisa menyimpangkan kita dari jalan keutamaan yang kita lakukan. Walaupun ada godaan dan rintangan apapun itu, seperti: kecintaan terhadap keduniawian. kita harus tetap berjalan di jalan keutamaan . kita harus melakukan apa yang Rasulullah telah ajarkan semua ajarannya itulah jalan keutamaan. maka dari itu jalan tadi harus menyatu dengan diri dan hati serta jiwa kita, jangan sampai ada celah sedikitpun.
Saturday, 13 September 2014
Dengarkanlah Suara Hati
Sumber serat Wedhatama.
Aywa sembrana ing kalbu
wawasen wuwusireki
Ing kono Yekti karasa
Dudu ucape pribadi
Marma den sambadeng sedya
Wewesen Praptaning uwis
Janganlah mengabaikan suara hati,
dan berusahalah selalu mawas diri.
Maka Kelak akan merasa adanya suara
Yang terucap bukan dari diri pribadi
Oleh karena itu, turutilah niat tersebut,
Sampai akhir tujuannya.
Marma den taberi kulup
angulah lantiping ati
Rina wengi den anedya
Pandak-panduking pambudi
Mbengkas kaardaning driya
Supadya dadya utami.
Oleh karena itu, tekunlah nak!
Dalam mengolah ketajaman hati
Dengan memohon siang malam
Untuk dapat menemukan kebenaran dan berusaha selalu berbuat baik
Dengan menyingkirkan gejolak hawa nafsu
Agar menjadi orang yang berbudi luhur
Pertanyaannya, bagaimana mengasah hati agar lebih tajam dan jelas dalam menyuarakan kebenaran sehingga kita semua mampu mendengarnya? Caranya yaitu
Pengasahe sepi samun
aywa esah ing salami
samangsa wis kawistara
lalandhepe mingis-mingis
pasah wukir reksamuka
kekes srabedaning budi
Dalam mengasah ketajaman hati
seyogyanya ditempat yang sunyi
Harus menjauhkan dari pikiran pamrih
Apabila sudah tajam dan dapat mengikis gunung (ibaratnya)
Maka harus mampu memerangi hawa nafsunya.
Aywa sembrana ing kalbu
wawasen wuwusireki
Ing kono Yekti karasa
Dudu ucape pribadi
Marma den sambadeng sedya
Wewesen Praptaning uwis
Janganlah mengabaikan suara hati,
dan berusahalah selalu mawas diri.
Maka Kelak akan merasa adanya suara
Yang terucap bukan dari diri pribadi
Oleh karena itu, turutilah niat tersebut,
Sampai akhir tujuannya.
Marma den taberi kulup
angulah lantiping ati
Rina wengi den anedya
Pandak-panduking pambudi
Mbengkas kaardaning driya
Supadya dadya utami.
Oleh karena itu, tekunlah nak!
Dalam mengolah ketajaman hati
Dengan memohon siang malam
Untuk dapat menemukan kebenaran dan berusaha selalu berbuat baik
Dengan menyingkirkan gejolak hawa nafsu
Agar menjadi orang yang berbudi luhur
Pertanyaannya, bagaimana mengasah hati agar lebih tajam dan jelas dalam menyuarakan kebenaran sehingga kita semua mampu mendengarnya? Caranya yaitu
Pengasahe sepi samun
aywa esah ing salami
samangsa wis kawistara
lalandhepe mingis-mingis
pasah wukir reksamuka
kekes srabedaning budi
Dalam mengasah ketajaman hati
seyogyanya ditempat yang sunyi
Harus menjauhkan dari pikiran pamrih
Apabila sudah tajam dan dapat mengikis gunung (ibaratnya)
Maka harus mampu memerangi hawa nafsunya.
Filosofi Pandawa Lima dalam tubuh setiap manusia

1. Yudhistira (Lokasi perumpamaan Yudhistira di tubuh manusia adalah diOTAK)
Yudhistira merupakan saudara Pandawa yang paling tua dan penjelmaan dewa Yama. Sifatnya sangat bijaksana, memiliki moral yang sangat tinggi, suka memaafkan dan mengampuni musuh yang sudah menyerah.
FILOSOFI: Jika manusia ingin mulia dalam hidupnya, maka pergunakanlah otak secara bijaksana dan tidak mengumbar ambisi untuk meraihnya, melainkan mengutamakan strategi untuk meraih kemuliaan hidup di dunia.
2. Bima/Sena/Werkudara (Lokasi perumpamaan Bima/Sena/Werkudara di tubuh manusia adalah pada MATA)
Bima merupakan putra kedua yang merupakan penjelmaan dari dewa Bayu sehingga sering dijuluki Bayusutha. Tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar diantara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Lantaran kekuatannya, Bima sangat ditakuti oleh sosok Kurawa dan musuh-musuhnya.
FILOSOFI: Satu hal yang membuat manusia ditakuti adalah matanya. Ketika manusia marah dan matanya melotot, maka orang lain pun akan sedikit gemetar melihat sorot matanya.
3. Arjuna/Janaka (Lokasi perumpamaan Arjuna/Janaka di tubuh manusia adalah pada HATI KECIL/HATI NURANI)
Arjuna merupakan penjelmaan dewa Indra yang juga dewa perang. Sifat utama dari Arjuna adalah sering bertapa, mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan tidak pernah berbohong.
FILOSOFI: Kegemarannya bertapa membuat Arjuna sangat dekat dengan SANG PENCIPTA. Manusia yang sering mendengarkan hati kecilnya (nurani) maka ia cenderung memiliki keinginan mendekatkan diri pada ALLAH.
4-5 Nakula dan Sadewa (Lokasi perumpaan Nakula dan Sadewa di tubuh manusia adalah pada BUAH PELER KEMALUAN yang kembar).
Baik Nakula dan Sadewa adalah penjelmaan dewa Aswin yang merupakan dewa pengobatan. Keduanya memiliki sifat bijaksana dan senang melayani.
FILOSOFI: Manusia hendaknya bijaksana dalam menggunakan alat kelaminnya (tidak gonta-ganti pasangan). Dan memiliki kesetiaan untuk melayani pasangan hidupnya.
Itulah sanepan/perumpaan lokasi Pandawa Lima di tubuh anak Adam.
Sifat Kautaman 1 (JeJuA)
1. Jejeg
2. Jujur
3. Adil
1. Jejeg. Jejeg memiliki arti berdiri tegak (memiliki pendirian yang kuat). Tidak goyah sedikitpun meski diiming-imingi sesuatu. Jejeg yang dimaksud disini adalah berani mengatakan yang benar itu adalah benar, yang salah adalah salah. Jika seseorang sudah memiliki sifat Jejeg dalam hidupnya, maka ia tidak akan mudah terombang-ambing dalam arus godaan kehidupan
2. Jujur. Mungkin sudah banyak yang mengetahui arti kata jujur. Jujur memiliki arti tidak pernah berbohong dan selalu mengatakan yang sebenarnya meskipun itu pahit.
3. Adil. Meskipun Adil yang sejati hanya milik ALLAH, namun manusia di dunia ini juga mempunyai sifat adil meski tidak absolut. Adil yang dimaksud adalah tidak membela atau menyukai pihak-pihak tertentu. Semuanya sama.
2. Jujur
3. Adil
1. Jejeg. Jejeg memiliki arti berdiri tegak (memiliki pendirian yang kuat). Tidak goyah sedikitpun meski diiming-imingi sesuatu. Jejeg yang dimaksud disini adalah berani mengatakan yang benar itu adalah benar, yang salah adalah salah. Jika seseorang sudah memiliki sifat Jejeg dalam hidupnya, maka ia tidak akan mudah terombang-ambing dalam arus godaan kehidupan
2. Jujur. Mungkin sudah banyak yang mengetahui arti kata jujur. Jujur memiliki arti tidak pernah berbohong dan selalu mengatakan yang sebenarnya meskipun itu pahit.
3. Adil. Meskipun Adil yang sejati hanya milik ALLAH, namun manusia di dunia ini juga mempunyai sifat adil meski tidak absolut. Adil yang dimaksud adalah tidak membela atau menyukai pihak-pihak tertentu. Semuanya sama.
Subscribe to:
Posts (Atom)