Monday, 15 September 2014

Menyembahnya hati dan cipta tiga perkara kepada Allah SWT (Menurut Mas Muhtanto)

1. ELING

 Yang dimaksud eling, itu artinya: bakti kepada Allah yang Maha Tunggal (Esa) dengan selalu mengingat-Nya. Ingatlah kapanpun dan dimanapun. Dengan selalu mengingat Allah secara terus menerus bisa menuntun kita untuk selalu berbuat baik, yaitu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, yang nyata dan yang semu, dan yang kekal dengan yang sementara.

2. PRACAYA (Piyandel/Percaya/Keyakinan)

Walaupun beberapa golongan, ada yang meremehkan tentang bab keyakinan/percaya, namun sebenarnya itu jadi hal yang sangat penting, atau tali yang kuwat, yang bisa menggandeng antara rasakita dengan Allah. Bagaimana  Allah akan menolong kita, kalau kita tidak punya keyakinan/kepercayaan kepada-Nya. Karena tidak ada tali penggandeng yang mendatangkan daya pertolongan itu. Maka dari itu apabila kita ingin mendapatkan pertolongan dari-Nya. Kita harus yakin/percaya kepada-Nya.

3. MITUHU

Yang dimaksud mituhu, yaitu mematuhi perintah Allah yang telah diturunkan kepada Rasulullah sebagai penuntun/panutan kita. Sesungguhnya kewajiban kita itu banyak, tapi ringkasannya cuma satu, yaitu: niyat melakukan perintah yang telah Allah berikan, karena semua berawal dari niat lalu akan muncul kemauan. walaupun kita kedatangan perkara apa saja, tidak boleh sekalipun lupa akan niat kita tadi, karena sejatinya tidak ada pakaryan utama yang datang kepada kita, yang bukan pakaryan dari Allah. Semua perbuatan baik dan mulia pada semua manusia. itu pakaryan Allah. Manusia memiliki takdir masing-masing lakukanlah sesuai kemampuan diri pribadi, dengan cara hati-hati dan teliti supaya sebisa mungkin pakaryan tadi terlaksana dengan sempurna. jangan kita berkeinginan cepat-cepat mengerjakan pakaryan besar, atau mengharap datangnya pakaryan besar, karena pakaryan besar itu jarang datangnya, yang sering kita jumpai adalah pakaryan yang kecil-kicil. Kita jangan meremehkan dengan pakaryan kecil-kecil itu, sebab jika kita belum terbiasa mengerjakan pakaryan yang mudah, bagaimana cara kita akan bisa mengerjakan pakaryan yang sulit. maka dari itu apapun yang kita temui, lakukanlah dengan sungguh-sungguh disertai kesucian hati.
Kalau kita sungguh-sungguh MITUHU kepada tuntunan Rasulullah Muhammad SAW, tidak ada perkara yang bisa menyimpangkan kita dari jalan keutamaan yang kita lakukan. Walaupun ada godaan dan rintangan apapun itu, seperti: kecintaan terhadap keduniawian. kita harus tetap berjalan di jalan keutamaan . kita harus melakukan apa yang Rasulullah telah ajarkan semua ajarannya itulah jalan keutamaan. maka dari itu jalan tadi harus menyatu dengan diri dan hati serta jiwa kita, jangan sampai ada celah sedikitpun.

No comments:

Post a Comment