Tuesday, 7 October 2014

4 Wanita Paling Mulia

Perempuan terbaik di dunia ini ada empat orang : Maryam binti Imran, Asiyah istri Firaun,
Khadijah binti Khuwalid, dan Fatimah binti Muhammad.”
( H.R Al-Bukhari dan Muslim dan Hisyam bin Hakim )





Wanita adalah sosok lemah lembut di mata para kaum adam. Di dalam agama islam wanita mendapat tempatnya serta dimuliakan kedudukannya oleh Allah swt. Di dalam al-Qur’an sosok wanita pun mendapat tempatnya dengan terdapatnya sebuah surat yang bernama An-Nisa ( wanita ).
Bahkan Rasulullah saw mengajari kita untuk memuliakan, menghormati, berbakti, kepada seorang ibu lalu ayah.


Rasulullah saw mengulangi penyebutan nama ibu sebanyak tiga kali dan nama ayah hanya satu kali, saat Rasulullah saw didatangi seorang sahabat yang menanyakan kepada siapa ia harus melakukan kebaikan dan berbakti selama ia masih hidup di dunia.


Betapa kaum wanita sangat dihormati. Dalam perjalanan sejarah islam pun tak lepas dari peran kaum wanita. Namun, dari sekian banyak wanita , hanya empat orang wanita ini yang mendapat tempat tertinggi di sisi-Nya. Siapa saja wanita-wanita tersebut?
Berikut ini keempat wanita yang paling mulia di dunia juga di sisi Rab-nya :




Siti Asiyah ( istri fir’aun )


Nama lengkapnya adalah Asiyah binti Muhazim bin Ubaid bin Rayyanbin al-walid. Seorang wanita yang berasal dari bani israil. Kedudukannya sebagai seorang istri serta permaisuri di kerajaan yang dipimpin oleh fir’aun membuatnya sangat dihormati di kalangan pejabat istana dan kalangan rakyat jelata.
Nabi Musa as lahir pada masa firaun memerintah, dan membuat sebuah peraturan dengan menyuruh para pengawalnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir.


Allah swt menyelematkan nabi Musa as dengan menyuruh ibunda nabi Musa as menghayutkannya ke sungai Nil. Dan akhirnya Para budak perempuan firaun telah memungut Musa a.s dari sungai yang dihanyutkan dalam peti tertutup. Namun mereka tidak berani membukanya sehingga mereka meletakkannya dihadapan istri fir’aun.


“Maka dipungutlah ia oleh keluarga fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
( Al-Qashash 28 : 8 )


Setelah Asiyah membuka penutup peti tersebut dan menyingkap tabirnya, maka ia melihat wajah cerah bersinar dengan cahaya kenabian dan keagungan.
Pada saat melihatnya itu, ia sangat menyukai dan mencintainya sehingga pada saat datang fir’aun bertanya, “Siapa anak ini?” dan fir’aun sempat menyuruh untuk menyembelih anak tersebut. Maka Asiyah memintanya agar tidak membunuhnya seraya berkata,


“( ia ) adalah penyejuk mata hatiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak.”
( Al-Qashash 28 : 9 )


maka fir’aun berkata kepadanya “menurutmu itu memang benar, tapi bagiku itu sama sekali tidak benar.”
Begitulah, hingga sampai dewasa nabi Musa as diasuh dan tinggal di lingkungan kerajaan firaun. Ketika Allah swt menyerukan kepada Musa untuk mengajak agar firaun beriman kepada Allah swt, maka firaun dengan sombongnya menolak ajakan nabi Musa as.


Diam-diam ibunda nabi Musa as, istri firaun mulai tertarik dengan ajaran yang dibawa oleh nabi Musa as. Ia pun akhirnya beriman kepada Allah swt. Keimanan istri firaun, tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya.


Akan tetapi, lambat laun Fir’aun mulai curiga terhadap istrinya. Fir’aun pun memata-matai istrinya hingga ia pun mendapati keimanan istrinya. Betapa murka Firaun mengetahui bahwa istrinya sekaligus permaisurinya telah berkhianat.


Firaun memerintahkan kepada para prajurit agar istrinya dibunuh di tonggak-tonggak dengan jalan disiksa sampai mati. Dalam sebuah riwayat, dikisahkan bahwa ketika Siti Asiyah merasakan kesakitan akan siksaan Firaun serta terik panas matahari yang menyengat tubuhnya, maka Allah swt memerintahkan malaikat Jibril untuk menaungi Asiyah dengan sayapnya. Sampai Siti Asiyah tidak merasakan kesakitan lagi.


Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa nabi Musa as berdoa kepada Tuhan, agar siksaan itu diringankan. Setelah nabi Musa as berdoa untuk ibundanya tersebut, azab siksaan itu tidak lagi terasa sakit.
Siti Asiyah menjalani siksaan tersebut dengan rasa sabar dan berserah diri kepada Allah swt. Hingga ia berdoa kepada Allah swt untuk membangunkannya sebuah rumah di surga nanti.


Allah swt memperkenankan doa Siti Asiyah, dengan memperlihatkan dari atas langit rumah yang diminta oleh siti Asiyah di surga nanti. Ia pun tertawa, heranlah prajurit firaun melihatnya tertawa padahal ia sedang disiksa. Mereka pun mengira bahwa Siti Asiyah telah menjadi gila akibat siksaan tersebut.


”Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.”
( At-tahrim 66 : 11 )


Keimanan Siti Asiyah dan keteguhannya, membuat ia mendapat tempat istimewa di hadapan Allah swt.




Siti Maryam ( ibu nabi isa as )


....”dan maryam putri imran yang memelihara kehormatannya, maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagaian dari roh ( ciptaan ) kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya, dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”
( At-tahrim 66 : 12 )


Siti Maryam, ibunda nabi Isa as adalah putri dari Imran. Sebelum kelahirannya, istri Imran bernazar kepada Allah swt, jika ia hamil kelak, ia akan menjadikan anaknya sebagai penjaga baitul maqdis. Ia pun meminta perlindungan kepada Allah swt agar anak dan cucunya nanti terhindar dari godaan setan.
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa begitu bayi lahir setan langsung mengganggu sehingga bayi menjerit , kecuali kelahiran Maryam dan putranya.


Betapa terkejutnya istri Imran mendapati bahwa ia melahirkan seorang anak perempuan bukan seorang anak laki-laki. Ia sedikit kecewa, namun ia berprasangka baik atas ketetapan Allah swt atas dirinya.


“Maka tak kala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan,-dan Allah lebih mengetahui apa yang di lahirkannya itu, dan anak laki-laki ( yang ia nazarkan itu ) tidaklah seperti anak perempuan ( yang ia lahirkan ini ) – sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku melindungkannya serta anak keturunannya kepada ( pemeliharaan ) Engkau daripada syetan yang terkutuk.”
( Q.S Ali Imran : 36 )


Maryam pun beranjak dewasa dan menjadi seorang ahli ibadah. Ia juga seorang wanita yang menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Maka, tak kala Allah swt menyampaikan sebuah kabar bahagia melalui malaikat Jibril bahwa ia akan mengandung. Terkejutlah maryam dengan berita tersebut.


“Maryam berkata : “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan ( pula ) seorang penzina.”
“Jibril berkata : “Demikianlah.”Tuhanmu berfirman : “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan ( Kami berbuat demikian ) agar dapat Kami menjadikannya sebagai suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”
( Q.S.Maryam : 20– 21 )


Kehamilan Maryam tanpa seorang suami membuat ia harus menjauhkan dirinya dari keluarga, terutama kaumnya yang dapat membahayakan jiwa dirinya juga anak yang tengah dikandungnya. Betapa berat cobaan yang tengah dihadapi Maryam ketika ia harus berjuang seorang diri tanpa keluarga disisinya. Ia pun merasakan sakitnya saat melahirkan nabi Isa as tanpa seorang pun yang membantu proses kelahirannya.


Namun, kasih sayang , pertolongan dan perlindungan Allah swt kepada Maryam melalui malaikat Jibril membuat kesedihan di hati Maryam terobati. Bahkan Allah swt melimpahkan karunianya dengan menyediakan segala kebutuhan yang dibutuhkan Maryam saat itu.


Setelah kelahiran nabi Isa as, Maryam pun membawa anaknya yang masih bayi tersebut kepada keluarganya. Maryam harus menghadapai kaumnya yang menuduhnya melakukan tindakan tidak terpuji. Allah swt menunjukkan kuasa-Nya, dengan membuat nabi isa as yang masih bayi dapat berbicara menjawab tuduhan tersebut,


“Berkata Isa : Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab ( Injil ) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku ( mendirikan ) shalat dan ( menunaikan ) zakat selama aku hidup.
Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
( Q.S. Maryam : 30-33 )


“Dan ( Ingatlah ) ketika Malaikat ( Jibril ) berkata :
“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu
Dan
Melebihkan kamu atas segala wanita di dunia ( yang semasa dengan kamu )
( Q.S. Ali Imran : 42 )




Khadijah


Nama lengkapnya khadijah binti khuwalid bin as’ad bin abd al uzza. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan , seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil ath-thaharoh ( wanita suci ) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Orang-orang quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita quraisy.


Rasulullah bersabda tentang khadijah, “Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. Ia beriman kepadaku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah menganugrahkan kepadaku putra ( dari hasil perkawinan ) nya sedang wanita-wanita lain tidak.




Keistimewaan khadijah


1. Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk islam. Ia beriman kepada Nabi di saat semua orang kafir ( ingkar ) kepadanya.


2. Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat kabar gembira dari Allah swt, bahwa Allah telah membangunkan baginya rumah di surga


Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi Saw seraya berkata,”Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga.”
( Mutafaq’alaih )


3. Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh. Ia pantas menerimanya karena selalu setia mendampingi Nabi dalam kondisi seperti apapun


Anas RA meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan khadijah RA, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada khadijah.” Khadijah membalas “Sesungguhnya Allah lah As-Salam ( Maha Pemberi Kesejahteraan ). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Jibril dan kepadamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahnya kepadamu.”

4. Wanita pertama yang layak dikategorikan Shiddiq ( jujur / dapat dipercaya ) diantara wanita mukmin lainnya


5. Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan nabi
6. Wanita yang memberi keturunan bagi nabi
7. Wanita yang matang dan cerdas, pandai menjaga kesucian, dan terpandang bahkan sejak masa jahiliyah dan diberi gelar Ath-Thahiroh ( wanita yang suci ). Ia adalah orang yang terhormat, taat beragama, dan sangat dermawan
8. Seluruh hidupnya diberikan untuk mendukung dan membela dakwan Nabi
9. Orang yang pertama shalat bersama Nabi Muhammad saw


Fatimah Az-Zahra


Fatimah binti Muhammad (606/614 – 632) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) (Bahasa Arab: فاطمة الزهراء) putri bungsu Nabi Muhammad dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah.


Nama lengkapnya adalah fatimah binti muhammad bin abdullah bin abdul muthalib. Ia lahir lima tahun sebelum masa di utusnya Rasulullah saw. Ia merupakan putri termuda diantara putri-putri nabi lainnya. Ia menikah dengan Ali r.a pada usianya yang ke-18.


Rasulullah saw sangat menyayangi Fatimah, setelah Rasulullah bepergian ia lebih dulu menemui Fatimah sebelum menemui istri istrinya.


Dari Aisyah RA, Ummul mu’minin berkata,
”aku tidak pernah melihat seorangpun yang menyamai fatimah dalam hal keserupaan dengan nabi. Ketenangan daan keistiqomahannya dalam duduk maupun berdiri sebagaimana ketenangan dan keistiqomahan nabi. Ia disaat masuk ke rumah nabi, nabi langsung berdiri menyambut kedatangannya. Begitu pula di saat nabi mengunjungi rumah fatimah, ia pun beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut nabi, dan memeberikan tempat duduknya kepada Nabi.”
( H.R.Turmudzi )


Rasulullah saw juga mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya takala diatas mimbar:” Sungguh Fatimah bagian dariku , Siapa yang membuatnya marah berarti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan,” Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.

Setelah Rasulullah saw menjalankan haji wada’ dan ketika ia melihat Fatimah, beliau menemuinya dengan ramah sambil berkata,” Selamat datang wahai putriku”. Lalu Beliau menyuruh duduk disamping kanannya dan membisikkan sesuatu, sehingga Fatimah menangis dengan tangisan yang keras, tatkala Fatimah sedih lalu Beliau membisikkan sesuatu kepadanya yang menyebabkan Fatimah tersenyum.

Tatkala Aisyah bertanya tentang apa yang dibisikannya lalu Fatimah menjawab,” Saya tak ingin membuka rahasia”. Setelah Rasulullah wafat, Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah tentang apa yang dibisikan Rasulullah kepadanya sehingga membuat Fatimah menangis dan tersenyum.


Lalu Fatimah menjawab, ”Adapun yang Beliau katakan kepada saya pertama kali adalah beliau memberitahu bahwa sesungguhnya Jibril telah membacakan al-Qur’an dengan hafalan kepada beliau setiap tahun sekali, sekarang dia membacakannya setahun 2 kali, lalu Beliau berkata, “Sungguh saya melihat ajalku telah dekat, maka bertakwalah dan bersabarlah, sebaik-baiknya Salaf (pendahulu) untukmu adalah Aku”.


Maka akupun menangis yang engkau lihat saat kesedihanku. Dan saat Beliau membisikan yang kedua kali, Beliau berkata, ”Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”. Kemudian saya tersenyum.

Tatkala 6 bulan sejak wafatnya Rasulullah saw, Fatimah jatuh sakit, namun ia merasa gembira karena kabar gembira yang diterima dari ayahnya. Tak lama kemudian iapun beralih ke sisi Tuhannya pada malam Selasa tanggal 13 Ramadhan tahun 11 H dalam usia 27 tahun.

No comments:

Post a Comment