ISLAM AGAMAKU, ALLAH TUHANKU, MUHAMMAD NABIKU. WIJAYA MATRI WIRA, WICAK SANENG NAYA. (CERDAS MENGGUNAKAN PIKIRAN, BERANI MEMBELA YANG BENAR). DK.SIPIK - RT.01/RW.02 - DS.KALANGSONO - KEC.BANYUPUTIH - KAB.BATANG - JAWA TENGAH - INDONESIA. HP.0858 8287 0180 (KAMI MELAYANI KONSULTASI SEPUTAR SEPIRITUAL DAN KEHIDUPAN).
Tuesday, 16 September 2014
Adoh Tanpa Wangenan Cedhak Datan Senggolan ( jauh tanpa ukuran dekat tidak senggolan)
Pepatah Jawa tersebut secara harfiah berarti jauh tanpa ukuran dekat tidak senggolan. Pepatah ini dalam masyarakat Jawa biasanya digunakan untuk menggambarkan keberadaan kekasih atau Tuhan.
Orang yang tengah dilanda cinta biasanya akan merasa kangen terus dengan orang yang dijatuhcintainya. Jika kekasih tersebut tidak berada di sisinya, memang terasa begitu jauh keberadaannya. Namun di balik itu sesungguhnya sang kekasih juga sangat dekat dengan dirinya, yakni berada di dalam hatinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kekasih itu berada jauh namun sesungguhnya jua sangat dekat. Sekalipun kedekatan (di hati) itu menyebabkannya tidak bisa bersentuhan atau bersenggolan.
Hal yang sama juga sering digunakan untuk menggambarkan keberadaan Tuhan bagi manusia. Kadang orang merasa bahwa Tuhan demikian jauh, seolah-olah berada di atas langit lais ke tujuh yang jaraknya tidak dapat diukur. Namun sesungguhnya Tuhan juga begitu dekat terasa di hati masing-masing orang. Sekalipun begitu manusia tidak bisa memegangnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment